oleh

Tepis Pencopotan Enam Kajari di Malut, Kajati: Ini Promosi Jabtan

Ternate info– Sebanyak enam Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) dikabarkan dicopot dari jabatannya karena diduga tidak berprestasi dalam penanganan kasus termasuk kasus tindak pidana korupsi selama menjabat diwilayah tersebut.

Lima Kajari yang dirotasi oleh Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) Republik Indonesia tersebut masing-masing adalah Kajari Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Morotai, Halamhera Tengah (Halteng), Halmahera Timur (Haltim) dan Tidore serta Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut, Erryl Prima Putera Agoes saat dikonfrimasi RRI usai melaksanakan MoU dengan PT. Pelindo, Selasa (23/2/2022) menampik informasi tersebut.

Menurut Kajati, rotasi beberapa Kajari di Malut ini memang benar adanya, tetapi rotasi itu bentuk dari penyegaran terhadap institusi.

Baca Juga :  Tembok Benteng Oranje Ambruk Akibat Hujan Deras

“Bukan dicopot, SK mereka memang sudah ada, sekali lagi itu bukan dicopot tapi sudah biasa,” bantahnya.

Menurutnya, rotasi yang dilakukan oleh Kajagung ini, bukan hanya pada jabatan Kajari saja, tetapi pada beberapa Asisten yang ada di Kejati Malut.

“Ini mutasi dan promosi biasa, rotasi Kajari ini kan jabatannya pada eselon IIIb, dan copot itu kecuali yang bersangkutan turun jadi Kasi atau Koordinator,” akunya.

Erryl bilang, beberapa Kajari yang dipromosi ke jabatan baru ini sesuai dengan catatannya ada menangani beberapa perkara, hanya saja perkara yang ditangani tersebut belum sempat ditingkatkan atau ditetapkan tersangka.

“Menurut catatan saya, ada perkara yang mereka tangani baik ditingkat penyidikan maupun penyelidikan tetapi belum ditetapkan tersangka karena keterbatasan SDM,” jelasnya.

Baca Juga :  Dana Pemprov Malut Berkurang Rp 400 Miliar

Selaku Kajati Malut, dirinya berpesan kepada calon Kajari yang akan dilantik pada 3 Maret mendatang, agar bisa cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tingkatan integritas karena itu merupakan hal utama dalam melaksanakan tugas.

“Tentunya cepat menyelesaikan persoalan-persoalan di daerah terutama menyangkut perkara yang belum diselesaikan sebelumnya,” pungkasnya. (rri)

Sumber: http://m.rri.co.id

Komentar

Pembaca Berita