oleh

Ini Jumlah Korban Luka Aksi Demo Omnibus Law di Ternate

Ternate info – Pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) penolakan pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang dilakukan Kepolisian Polda Maluku Utara (Malut) dan Polres Ternate di Kota Ternate berjalan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan dalam keterangan pers di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (8/10/2020) mengatakan, seluruh wilayah di Malut memang terjadi aksi unras namun bisa di kendalikan, akan tetapi untuk wilayah Ternate cukup menjadi atensi karena jumlah massanya yang cukup besar dan dilaksanakan di tiga titik.

Aksi yang dimulai sejak pagi jelang siang hingga sore hari tadi tersebut akhirnya bisa dikendalikan oleh anggota sekira pukul 18:00 WIT.

Baca Juga :  Menarik Expo 4.0, HMTI Universitas Khairun Kota Ternate Dengan Tema IT for Society

Adip juga bilang, dalam aksi penolakan UU Ciptaker di Kota Ternate tersebut, untuk sementara korban yang luka-luka,  berdasarkan Keterangan Kabiddokes telah melakukan perawatan kepada 2 anggota Polri dan 6 mahasiswa serta 1 wartawan.

“Ada yang luka tetapi semuanya luka ringan termasuk wartawati di Kota Ternate,” katanya.

Situasi Pembubaran Masa Aksi Saat Demo Penolakan UU Ciptaker di Ternate (Dok: Istimewa)

Kabid Humas mengaku menyesalkan dan merasa prihatin atas unjuk rasa yang melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan korban luka, baik dari anggota Polri maupun Mahasiswa,  

“kejadian seperti itu sebenarnya tidak boleh terjadi,  karena esensi ini adalah penyampaian pendapat,” tururnya.

Untuk kerusakan umum Adip menegaskan, Dit Reskrimum Polda Maluku Utara akan melakukan langkah-langkah penegakkan hukum seperlunya.

Baca Juga :  Sembuh Dari COVID-19, 8 Pasien Kembali Dipulangkan

“tidak dilakukan sekarang namun proses tetap jalan dan proses hukum akan disesuaikan dengan tindakan apa yang telah dilakukan,  namun untuk meredam situasi Polri mengamankan orang-orang yang menunjukan sikap yang bisa merusak situasi,” tegasnya.

Diharapkan kepada Masyarakat di Malut khususnya Dari Elemen Mahasiswa agar dalam menyampaikan pendapat di muka umum tidak merusak dasilitas publik.

“Karena sejatinya fasilitas publik di bangun dari uang rakyat serta dibangun untuk digunakan bersama-sama”pungkasnya.

(ir-One)

Sumber: http://m.rri.co.id

Komentar

Pembaca Berita